BERITA

TARIAN CACI: PESONA KETANGGUHAN PRIA SUKU MANGGARAI

Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo sebagai pintu masuk wisatawan untuk mengunjungi Taman Nasional Komodo ternyata memiliki beragam keunikan budaya, salah satunya adalah pertunjukan Tarian Caci. Caci atau Tarian Caci merupakan tarian perang antara dua orang lelaki dengan menggunakan cambuk dan tameng. Penari dengan menggunakan cambuk berfungsi sebagai penyerang dan penari dengan tameng hanya berfungsi untuk bertahan. Mereka akan bergantian untuk bertahan dan menyerang. Ketika terian ini berlangsung diiringi oleh alunan musik khas manggarai barat. Tarian ini dimainkan sebagai wujud rasa syukur pada saat musim panen tiba, Ritual Tahun Baru (Penti), menyambut tamu penting, maupun upacara adat besar lainnya.

Pertunjukan Tarian Caci dapat dinikmati di Kampung Cecer, Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeling, Manggarai Barat. 1 jam perjalanan darat dari Labuan Bajo. Pertunjukan tarian ini diselenggarakan oleh Kelompok Sanggar Budaya Riang Tanah Tiwa. Sanggar asuhan Bapak Kristoforus Nison ini mempertunjukan beragam tarian khas manggarai barat seperti Tarian Caci, Terian Ndundu Ndake, Tarian Tetek Alu dan Sanda Rembong/Gurung. Pertunjukan seni di sanggar ini tidak dilakukan setiap hari ataupun jadwal yang pasti, namun pertunjukan hanya bedasarkan atas permintaan dari wisatawan. Adapun tarif dalam 1 kali pertunjukan adalah Rp. 800.000 dengan durasi 1 jam.

Sumber: budpar.go.id


Fosipa-Indonesia.com © 2014. Developed by  virtus-compusoft